Banyaknya investor yang tertarik mempelajari Teknikal Analisa membuat banyak yang ingin belajar sendiri. Salah satu hal wajib yang harus diperhatikan oleh teknikal analyst adalah trend pergerakan saham. Disini kita akan membahas lebih dalam mengenai Stohastic .

Dimana Stohastic sendiri merupakan sebuah indikator yang masuk kedalam Leading indikator. Jika kalian belum memahami mengenai Leading indikator silahkan baca artikel dibawah ini :

Baca Juga : Apa Bedanya Indikator Leading & Lagging

Indikator Stohastic adalah indikator yang sangat umum digunakan oleh banyak orang. Indikator stohastic biasanya digunakan untuk memberikan sinyal beli dan sinyal jual. sehingga banyak sekali yang menjadikan indikator ini sebagai acuan untuk membeli sebuah saham.

Sistem penilaian sinyal beli & jual pada indikator ini hampir sama dengan MA atau MACD. Dimana ketika terjadi Golden Cross kita beli dan ketika terjadi DeathCross kita harus jual. Dengan menggunakan indikator ini para teknikal analyst bisa memperkirakan kanpan suatu saham akan koreksi atau turun. Dan Kapan suatu saham akan naik.

Stohastic masuk kedalam keluarga Oscilator dimana indikator ini biasanya masuk kedalam kategori Leading. Cara simpel dalam membaca indikator ini adalah Ketika OverSold ( Jenuh beli ) kita bisa lakukan Akumulasi . dan ketika Overbought ( Jenuh Jual ) kita bisa lakukan Distribusi .

Belajar Menggunakan Indikator Stohastic

Mungkin banyak yang bertanya – tanya , bagaimana caranya profit maksimal dengan indikator ini . seperti uraian di atas cukup dengan sistem Golden Cross , Deathcross atau Overbought & Oversell. Standarnya Stohastic akan di lambangkan dengan dua garis . Dimana masing – masing garis akan melambangkan %K & %D.

Untuk menggunakan Stohastic bisa melakukan penambahan Indikator pada masing – masing OLT atau Chart yang di gunakan .

Di dalam Chart Investing kita bisa men-klik icon grafik yang kami lingkari merah. Disana banyak sekali Indikator yang bisa kita tambahkan kedalam grafik saham .

Dari ilustrasi chart di atas , ada 2 kotak yang kami gunakan dimana Warna Orange & merah. Pada kotak orange terdapat konfirmasi oversold dimana action pisikologis marketnya adalah beli. dan terdapat kotak warna merah dimana ada konfirmasi Oversold dan memang benar grafik harga berangsur – angsur turun.

lalu dengan melakukan identifikasi Golden Cross adalah jika garis biru memotong keatas dari garis merah . Pisikologis market yang harus di lakukan adalah Beli . Namun kebalikannya jika teridentifikasi DeathCross maka pisikologis pasar yang harus di lakukan adalah Jual .

Pola – Pola Divergence nan Cantik

Dengan menggunakan Stohastic kita bisa menilai Apakah sebuah saham akan mengalami pola Bullish atau bearish.

Dari contoh pola di atas. pergerakan saham KBLI , mengalami Bullish Divergence . Dimana ada kemungkinan naik tinggi pada saham ini . Bullish divergence di buktikan dengan rejectnya pola Sto di atas gari support yang di buat.

Namun apabila Kita menggambarkan trendline pada Sto dan dia mengalami Breakdown atas garis trend. Maka dia akan membentuk pola Bearich Divergence.

Mungkin sekian dulu atas artikel kami . jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar untuk berdiskusi. Terima kasih . Salam profit

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.