Setelah pengumuman bahwa ibukota akan melaksanakan PSBB ( Pembatasan Sosial Bersekala Besar ) pada hari senin mendatang . Banyak pihak yang menilai Indonesia masuk pada gelombang ke 2 COVID-19. Semarang & Surabaya bisa jadi menjadi  provinsi yang akan me-resume PSBB kembali.

Munculnya klaster – klaster COVID-19 baru. Peningkatan lonjakan yang cukup tinggi bisa menjadi pertimbangan kepala daerah tersebut. Jumlah orang yang terkena COVID-19 yang terus meningkat harus menjadi perhatian khusus . Jangan sampai ekonomi kita benar – benar lumpuh akibat coronavirus ini .

Dengan di berlakukannya PSBB , Maka akan banyak kegiatan publik dibatasi kembali. berarti semua akan kembali berada di rumah. seiring dengan kembali adanya PSBB terutama di jakarta angka permintaan layanan internet bisa meningkat . Broadband , Wireless & Internet kabel bisa terkena imbasnnya .

Provider Retail Yang Bersahabat Dengan Rumah

Bicara tentang internet rumahan. Sudah bayak sekali provider yang bermain. Ibukota menjadi pusat persaingan yang cukup ketat . Selain BUMN Ibukota juga banyak di isi oleh provider swasta .

Bali Towerindo SentraTbk atau bisa di sebut BALINET menjadi salah satu provider yang berada di ibukota . Pangsa pasar internet kabel di ibukota memang sangat menggiurkan . Selain dekat dengan Datacenter Cyber & Internasional Gateway di Batam . Ibukota menjadi pusat bisnis berbagai perusahaan terkemuka.

Link Net Tbk , Telkom Indonesia Persero Tbk , XL Axiata Tbk , Indosat Tbk , Smartfren Tbk , Jasnita Telkomindo Tbk . tadi adalah sederet provider yang listing di bursa saham indonesia .

Tingkat kebutuhan & urbanisasi yang terus tinggi memberikan ruang gerak bagi provider internet tersebut . Hotel , Apartemen , Rukos & Perumahan elite menjadi target utama mereka dalam mencari pelanggan . Imbasnya dengan di terapkannya PSBB kembali bisa jadi permintaan pemasangan akan tinggi .

Gedung Tinggi Jadi Penghalang Sinyal

Gedung yang tinggi serta banyaknya penghalang kadang membuat orang jengkel. Terutama di dalam Lift kebanyakan dari kita akan mengalami Lost signal . Mall & Pusat perbelanjaan modern lainnya jika tidak menggunakan penguat sinyal maka area tersebut akan hampa terhadap sinyal seluler.

Ini terjadi karena lokasi yang sulit di jangkau oleh menara ( Tower ) . Serta lokasi yang sangat tinggi dari tower tersebut .Oleh karena itu tidak sedikit pusat perbelanjaan yang menggunakan Repeater kecil untuk membantu sinyal tersebut masuk.

Selain masalah sinyal yang tidak bisa masuk kedalam gedung – gedung tinggi . Permasalahan lahan pun harus diperhatikan . Seperti halnya di ibukota , Lahan tanah kosong untuk di jadikan BTS sangat sulit sekali.

Maka dari itu jalan satu – satunya adalah menggunakan kabel fiberoptik yang di tanam & di tarik menuju ke rumah pelanggan. Jadi siapa yang akan mulai kebanjiran Order kembali di saat PSBB ini ?.

Potensi Pengguna Baru lebih besar , Siapa yang Layak ?

Dari segi pengguna & ketenaran kami masih menjagokan layanan yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia Tbk . utuk provider – provider lain seberti Indosat Broadband , XL Home , Balifiber , Jasnita ,MNC Vision Networks Tbk ( MNC Play )  proposional market sharenya direntan 45%. Sisanya di tempati oleh PT Telkom Indonesia Tbk.

Jika benar dalam masa PSBB ini akan ada lonjakan pengguna . Perlu diperhatikan pergerakan saham – saham perusahaan ini . Berikut kami sajikan Analisa Teknikal dari masing – Masing Emiten yang sudah listing .

A. TLKM ( PT Telkom Indonesia Persero Tbk )

Jika Dilihat dari Daily Charting pada tanggal 15 September 2020. Saham TLKM masih berpotensi untuk menguji Trendline support . pada saat Chart ini di ambil , ada potensi bibit Pattern Chart Bullsih Engulfing .Target Pertama kami adalah TLKM harus bisa uji Trendline Support & Wajib false untuk naik ke titik tertinggi harga TLKM.

B. PT Link Net Tbk 

Dari Daily Chart saham Linknet ( LINK ) sedang berada pada fase Downtrend. Pergerakan utama yang menurun memberikan potensi sebentar lagi Linknet akan menemukan titik Uptrend. Sudah terbentuknya titik Low dan High berpotensi untuk melanjutkan ke titik Uptrend.

Jaga secara ketat apabila LINK false break di titik 1975 . Dan chart ini di ambil menggunakan Daily pada tanggal 16 September 2020.

C. ISAT ( Indosat Tbk )

Indosat salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi . Pola pergerakan saham secara Daily mereka meberikan sinyal False Breakdown Uptrend. Selama tidak breakdown 1855 saham Indosat kami masih memperhatikan.

dan untuk saham – saham lainnya seperti EXCL , JAST , BALI dan IPTV ikuti dan pantau terus perkembangan pasar. Terus pertimbangkan berita , Keadaan Kinerja perusahaan sebelum membeli .

Salam Cuan !. Disclaimer On

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.