Beberapa waktu lalu MEDC melakukan ekspansi non-organik. Dimana dia melakukan akuisis terhadap perusahaan Ophir Energy Plc. Akuisi tersebut berguna untuk menambah produksi minyak PT Medco Energy Indonesia Tbk. Sehingga komposisi produksi mereka menjadi 41% untuk minyak bumi dan 59% untuk produk gas alam. Secara historis MEDC merupakan perusahaan migas yang bagus.

Namun sayang pada tahun 2009 perseroan menghentikan produksi metanol di kilang yang terletak di Pulau Bunyu Kalimantan Utara. Walaupun mereka menutup operasional kilang tersbut, Perusahaan masih terus membubuhkan kinerja baik. dimana mereka memimiliki banyak kilang tak hanya di Bunyu. Di Pulau Tarakan kalimantan utara pun mereka memiliki .

Peluang binsnis perseroan dirasa masih membubuhkan kinerja yang baik , Dengan catatan perseroan harus terus meningkatkan produktifitas sektor minyak bumi. karena ditakar perseroan hanya memproduksi 41% minyak bumi dari total kilang yang ada. beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja finansial PT Medco Energi Internasional Tbk adalah penurunan harga komoditi gas & Minyak bumi. Apablia minyak bumi mengalami penurunan harga kinerja perusahaan ini mungkin hanya akan terpengaruh sekitar 5 – 10% nya saja. Namun apabila harga komoditi gas mengalami penurunan maka kinerja perusahaan ini akan terganggu sedikit . Walaupun perusahaan ini produk utamanya adalah gas.




Berdasarkan data yang kami dapat dari detik ada 10 Perusahaan gas terbesar di tahun 2017. Termasuk perusahaan plat merah milik pemerintah PT Pertamina ( Persero ) . berikut adalah top 10 Perusahaan yang bergerak di sektor pada tahun 2017 :

  1. Total E&P Indonesie
  2. BP Tangguh
  3. Conoco Philips
  4. Pertamina EP
  5. JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi
  6. Premier Oil Natuna Sea BV
  7. ENI Muara Bakau
  8. Petronicha Internasional Jabung
  9. Medco Natuna
  10. Kangen Energy Indonesia

Dan ternyata Medco masuk kedalam jajaran top 10 perusahaan penghasil gas. Itu berarti memang tingkat produktifitas dari Medco sendiri masih sangat besar. Namun sayang tingkat penggunaan gas yang tergolong masih berada di sektor perumahan dan Usaha bisnis . Membuat pertumbuhan harganya tak secepat komoditi minyak bumi yang bisa naik tinggi dan turun . Penggunaan Minyak bumi yang sangat dibutuhkan untuk mobilitas kehidupan sehari – hari menjadi faktor utama harga komoditi tersebut bisa bergerak liar.

Dari data yang kami dapatkan melalui investing.com harga komoditas gas alam bergerak melemah pada hari ini .

Dari data di atas terlihat bahwa harga komoditas gas bergerak pada level harga $2,826 . ini yang menjadikan komoditas gas belum bisa menyamai minyak bumi. namun berbeda dengan minyak bumi yang harganya menyentuh $60 per barelnya .

Dilihat dari segi peluang dan bisnis PT Medco Energi Internasional tbk sedang berupaya menambah hulu bisnis minyaknya agar bisa mengimbangi kinerja perusahaan. namun tak hanya berbisnis Gas Serta Minyak bumi . PT Medco Energy Internasional juga memiliki bisnis di sektor pertambangan dan energi . Dimana melalui anak perusahaannya PT Amman Mineral Nusa Tenggara , PT Duta Tambang Rekayasa ( Nunukan Kaltara ) , PT Medco Gas Indonesia serta Medco Power Indonesia. Dimana masing – masing perusahaan tersebut melakukan Pertambangan Emas , Pertambangan Batu Bara , Distribusi Gas dan Pembangkit Listrik.




Dengan banyak hulu bisnis namun yang utama dan menyumbangkan pendapatan sepertinya berada pada lini Gas & minyak. Dan dilihat dari segi peluang bisnis PT Medco Energy Internasional Tbk masih memiliki peluang yang cemerlang. Karena kebutuhan akan gas dan minyak di indonesia masih sangat dibutuhkan untuk mobilitas dan menunjak bisnis perusahaan.

Namun ingat Di indonesia tak hanya PT Medco Energy yang memproduksi gas alam . Ada PT Perusahaan Gas Negara & PT Pertamina Gas . Dimana sekarang mereka menjadi Holding bisnis dengan PT Pertamina ( Persero ).

Dilihat dari segi Fundamental perusahaan per Kuartal III atau laporan keuangan 9 Bulan Non-Audited . Perusahaan ini masih membubuhkan kerugian atas kinerja keuangan perusahaan. Dari data yang kami dapatkan melalui aplikasi Online Trading PT Indopremier Sekuritas . bahwa Perusahaan ini pada Kuartal 3 tahun 2018 masih mengalami kerugian .

Berdasarkan LK diatas memang MEDC pada perdagangan hari ini masih berada di bawah harga buku standar mereka . Dimana pada 13:50 WIB harga saham MEDC masih berada di posisi 1010 /lembarnya. Dimana harga buku berdasarkan perhitungan system PT Indopremier Sekuritas adalah 1185.81 / lembarnya. padahal beberapa bulan kemarin harga saham MEDC berada pada level 600/lembarnya . Oh betapa lezatnya jika kalian meng-Hold saham ini semenjak harga segitu.

But kita kembali lahi ke jajaran Laporan Keuangan perusahaan. per 9 Bulan 2018 MEDC sepertinya mengalami penurunan kinerja yang mungkin bisa di karenakan oleh harga komoditas yang mereka produksi mengalami penurunan. Namun apabila pada LK 2018 Full Year tahun ini bisa memberikan hasil yang maksimal . Kami yakin perusahaan Migas ini bisa bergerak menuju level harga tertinggi sepanjang sejarahnya . Dimana harga tertinggi saham ini ada pada tingkat level 1600/lembarnya.

Aksi akuisisi Ophir Energy sepertinya akan terasa pada Laporan keuangan perusahaan pada Kuartal 1 atau 2 tahun 2019 ini .Sehingga Peluang bisnis PT Medco Energy Internasional TBK masih bagus untuk beberapa waktu kedepannya. ditambah jika komoditas gas bisa kembali menuju harga $4 .

 

All items artikel are get from investing , detik , Indopremier Sekuritas & Official medco Energy website. And dont forget to follow us at https://t.me/sahamanda or join our public Forum at https://t.me/sahamandapub

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.