Beberapa hari ini , Di group kawan – kawan trader saya yang di Whatsapp ramai membahas saham SWAT. SWAT merupakan group usaha dari PT Sri Rejeki Isman atau ( Sritex ) yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Dilansir dari Official Website PT Sriwahana , SWAT merupakan Vendor utama PT Sritex yang memproduksi kebutuhan kardus PT Sritex.

memang setelah IPO kemarin , SWAT menjadi perbincangan hangat oleh Trader Retail di berbagai forum. SWAT memang produsen yang bergerak di bidang pulp & paper. Banyak yang mengatakan SWAT akan menyusul pendahulunya seperti INKP dan TKIM. Namun menurut kami , sudah di utarakan pada post artikel dahulu.

Bagi kalian yang belum membaca review dari kami , Bisa segera menuju Link dibawah ini

Baca Juga : Analisa Saham SWAT untuk Jangka Panjang




Setelah kalian baca, Kalian pasti bisa menentukan bagaimana bisnis SWAT kedepannya, Untuk Beli dan investasi saham SWAT sendiri. Namun disini kami akan membahas prospek saham SWAT Apakah akan bisa menuju kembali ke Rp 500 Seperti beberapa waktu lalu. Kami akan mereview dari Segi Teknikal Dan Bandarmology.

Bandar SWAT diam – diam Jualan

Nah mungkin ini yang belum di ketahui oleh para retailer. Jika pemegang saham SWAT , yaitu broker berkode MK atau bisa di panggil Ekuator Swarna Skuritas. Dari data yang saya kumpulkan, Broker berkode MK sendiri sudah 1,6 M lembar saham semenjak tanggal 1 Juli 2018 Hingga 30 Juli 2018. Memang Aksi jual menjual ini tidak banyak di ketahui oleh kawan – kawan retail disini . Mereka berjualan secara diam – diam .

Dari Broker Summary yang ada di aplikasi trading, Kami mentrace history penjualan broker berkode MK tersebut. MK sendiri menjual saham sebanyak 1,6M dengan nilai rata – rata penjualan di 273,3 dan Saham SWAT Pun hanya sedikit di tampung oleh beberapa broker. KK dan XA menjadi top buyer untuk saham SWAT Ini , mereka membeli saham Sebanyak 600.000 lot dan 929.528 Lot dengan rata – rata harga perolehan di 380 dan 180.

Dilihat dari pergerakan Broker, Saham SWAT ini kemungkinan besar akan tertahan di rentan harga 100 – 190 /sharenya. Jadi untuk kalian yang tertahan di harga 500 harap – harap cemas karena bisa saja kalian menjadi investor sementara .

Kutungu Kabar Finansial mu

Menunggu , merupakan kata yang tepat untuk saham SWAT ini . Karena dari awal artikel kami , sudah di infokan . jangan terburu Рburu kalian membeli saham SWAT ini . Walaupun dia menjadi produsen  kardus , Tidak akan menjamin prospek peluang usaha yang moncer untuk kedepannya. Ingat di bursa juga ada INRU atau PT Toba Pulp Lestari yang juga merupakan produsen kertas . Namun Saham INRU ini tidak bisa menyusul TKIM ataupun INKP sebelum SWAT IPO.

Alasan yang paling kami kuatkan untuk emitmen ini adalah Finansial Statement, Terlebih SWAT sendiri merupakan perusahaan baru IPO dan History keuangan perusahaan ini pun belum bisa di dapat secara rinci. Sebaliknya dengan INRU, INRU sendiri tertahan dikarenan kinerja keuangan perusahaan tersebut tidak mengalami perbaikan. Alias masih banyak mengalami minus. Sehingga para investor enggan untuk menyimpan saham perusahaan ini untuk jangka panjang, Walaupun Sektor bisnisnya memiliki peluang besar.




jadi , Ingat saran kami mengenai saham SWAT Sendiri.

Jika kalian Ingin berinvestasi terhadap SWAT sendiri , Maka Silahkan Kalian Siapkan Modal untuk melakukan AVG Down , Namun jika kalian tak ingin nyangkut Di Saham ini, Silahkan Kalian Jual Dan Swing menuju Saham yang lainnya

Pasar Kertas Masih Menjanjikan Di Samping Pertumbuhan Electronic Books

Permintaan Akan kertas kami prediksi masih sangat banyak di luaran sana. Karena Berkembangnya Industri Sparepart otomotif dan Elektronik yang menjadikan produk Kardus sebagai pembungkus utamannya. Jadi Sektor Pupl & Paper tidak akan tergerus oleh perkembangan teknologi . Sehingga ya bisa di katakan jika Saham Pulp & paper masih bisa kita jadikan objek simpanan kecuali SWAT ini .

terima Kasih Sudah Membaca Ulasan kami silahkan ikuti group kami atau chanel kami di telegram untuk update terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.