Salah satu Maskapai penerbangan milik Indonesia baru – baru ini memperbesar bisnisnya di sektor penerbangan . Kami menyebutnya dengan sebutan Aliansi Garuda Group . Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan maskapai plat merah ini .

Harga sahamnya dulu rasanya seperti Gorengan premium karena harga saham PT Garuda Indonesia ini cenderung terkoreksi sejak mereka IPO di Rp 750,-/lembarnya. Kami akui Memang layanan maskapai Garuda Indonesia adalah yang terbaik di kelasnya . Selain nyaman garuda indonesia menjadi salah satu pilihan maskapai bagi kalangan menengah ke atas .

Kondisi maskapai Garuda Indonesia belakangan ini terlihat memperbaiki diri. Karena dalam Laporan keuangan Semester 1 tahun 2019. Garuda Indonesia mengantongi laba bersih sebesar Rp 340,4B, Data yang kami ambil melalui IPOT. Aliansi yang dibentuk dengan Beberapa maskapai penyedia jasa kelas menengah kebawah menjadi Tentakel bisnis mereka di industri Aviasi sendiri. Sehingga dengan bergabungnya beberapa maskapai swasta menjadi anggota aliansi bisa meningkatkan Market Share garuda di pangsa LCC & FAS.

Duet Maut Antara Garuda Dan Sriwijaya

Kabar bergabungnya Sriwijaya menjadi anggota baru terdengar keras di beberapa rekan investor. Melalui anak usahanya Garuda membentuk KSO ( kerja sama Operasional ) bersama Sriwijaya Group. Sehingga Maskapai Swasta tersebut resmi bergabung bersama Garuda Group dibawah PT Citilink Indonesia.

Bergabungnya Sriwijaya indonesia berkontribusi terhadap pangsa pasar perseoran menjadi lebih besar . Dengan begitu anggota dari Garuda Group sendiri telah bertambah 2 . Dahulu hanya Garuda Indonesia Airlines & Citilink Airlines. Sekarang bertambah menjadi Garuda Indonesia Airlines , Citilink Airlines , Sriwijaya Airlines & NAM Airlines. Dengan bergabungnya Sriwijaya group Secara tidak langsung juga menambah jangkauan penerbangan Garuda di kota – kota besar & Kecil .

Berdasarkan hasil riset team Katadata dengan bergabungnya Sriwijaya group kedalam aliansi garuda . Market share Garuda group berada di angka 46% . memang masih belum bisa memimpin pangsa pasar . Karena ada PT Lion Mentari Airlines dengan Lion Air yang masih memimpin pasar di Indonesia.

Potensi peningkatan pendapatan dengan bertambahnya armada di kelas LCC menjadi berita baik bagi korporasi. Hal ini menjadi gairah bagi investor sekaligus angin segar dimana Duet maut ini berimbas terhadap harga saham perseroan yang cenderung meningkat.

Dengan bergabungnya Sriwijaya otomatis bisa menjadi perpanjangan tangan terhadap rute -rute yang belum di miliki oleh Garuda sebelumnya. Dan dengan adanya Co-Branding terhadap armada – armada Sriwijaya Air akan berimbas terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan layanan maskapai tersebut.

Merpati Airlines Kembali Mengudara Bersama Garuda

Setelah beberapa lama tidak mengudara , Kini Maskapai Merpati Airlines kembali mengudara untuk kedua kalinya. Melalui KSO yang di teken antara Garuda Indonesia dengan Merpati Airlines .Merpati bisa mengudara lagi di langit ibu pertiwi ini . Merpati Air menjadi salah satu BUMN yang kurang sehat menurut kami . Karena terlilit hutang terpaksa merpati air menghentikan pelayanannya di indonesia .

Kerja sama ini akan di mulai dengan pengiriman kargo di Indonesia bagian timur. Karena belum terbitnya izin untuk melakukan Operasional angkutan penumpang maka dari itu Bisnis yang akan di jalani adalah Sektor Kargo.

Dalam penerbangan kedua ini merpati akan menggunakan 5 Unit pesawat bantuan dari Garuda group ,Dimana 2 merupakan Milik Garuda dan sisanya adalah bantuan dari Citilink Indonesia yang di konversi menjadi pesawat kargo.

Potensi pendapatan dalam bisnis kargo ini semakin besar , mengingat sudah adanya kerja sama antara BUMN dalam pengiriman kargo di wilayah timur. Dengan bergabungnya Merpati Airlines kedalam garuda group . Akan menjadi sumber pendapatan baru dari bisnis kargo yang dilakoni oleh Merpati nantinya. Selain bisnis kargo Garuda Indonesia Nantinya akan melakukan kerjasama terhadap MRO ( Maintenance , Repair & Overhaul ). Dan Garuda indonesia akan mengelola pusat latihan yang dimiliki oleh PT Merpati Airlines.

Dengan begitu Garuda Indonesia setidaknya sudah memiliki Aliansi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia . Walaupun Merpati sendiri memiliki kinerja yang buruk akibat hutang yang menumpuk. Overall jika berkaca terhadap layanan Sriwijaya Air & NAM Air kedua anggota baru ini memiliki pelayanan yang cukup bagus juga.

Sriwijaya dengan Rute – rute yang menyasar sampai Kota Kabupaten yang di bantu oleh NAM Air. Jika garuda Indonesia bisa melakukan sinergi antar semua anak usaha bisa jadi Aliansi ini akan menjadi Pemimpin di sektor FSA & LCC di indonesia. Sekarang Untuk kategori FSA ( Full Service Airlines ) di tempati Oleh Batik Air & Garuda Indonesia. Untuk LCC ( Low Cost Carrier ) Mayoritas masih di rajai oleh Lion Air , Sementara Citilink , Sriwijaya dll masih berada di nomor 2.

Dengan begitu Aliansi Garuda berisikan Garuda Indonesia Airlines, Citilink Airlines , Sriwijaya Airlines , NAM Airlines , Merpati Airlines, GMF Aeorasia , Merpati Training Center dan Merpati Maintenance Facilitiy Internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.