Hallo kawan – kawan Traders , dalam kesempatan ini kami akan memberikan review terhadap saham AISA, Dimana beberapa hari ini AISA menjadi hot topik di group Belajar Saham Kami. Sejauh ini kami melihat saham AISA , mengalami isu yang tidak bagus. Setelah beberapa lalu AISA mendapat kabar bahwa unit bisnis beras sedang di akuisisi oleh perusahaan asing.

Namun setelah mengikuti perkembangan sampai saat ini kami akan memberikan pendapat tentang berinvestasi di unit bisnis milik AISA. Kenapa kami sampai menulis artikel ini , ada apa dengan AISA sebenarnya ? . Oke kami disini menulis artikel ini karena banyak member Belajar Saham bertanya , Apakah AISA masih bisa disimpan untuk jangka panjang. AISA sendiri sekarang sedang dirundung masalah mengenai finansial nya .




Memang dari tahun 2018 ini AISA sudah dirundung masalah mengenai Financial yang kurang sehat. Sampai – Sampai AISA memperpanjang tenor pembayaran Obligasi hingga tahun 2019. Ini menunjukan keadaan finansial AISA sudah tidak sehat lagi seperti dahulu kala.

Jika kita telisik sebagai shareholders terbesar , yaitu Tiga Pilar Corpora sebagai pemegang saham . Ternyata juga sudah melalkukan aksi jual saham secara perlahan . Ini terlihat mulai tanggal 8 mei 2018 Tiga Pilar Corpora mulai menjual kepemilikan saham mereka . Berikut data yang kami tampilkan untuk aksi penjualan Tiga Pilar Corpora

Dilihat dari histori sebelumnya tanggal 19 April 2018 Tiga Pilar Corpora memiliki 13,53% Saham AISA namun terhitungn sejak 08 mei 2018 merka perlahan mengurangi porsi kepemilikan saham AISA. Ini menunjukan mereka juga tidak ingin merugi dengan memegang saham AISA. Atau statemen kedua adalah mereka melepas porsi kepemilikan saham untuk hal yang penting.

Namun melihat aksi shareholders dengan sedikit demi sedikit melepas porsi kepemilikan saham menjadi sinyal bagi kami . Yaitu AISA sudah tidak sehat lagi. Maka dari itu kami pun tidak merekomendasikan AISA untuk disimpan dalam jangka waktu lama . Walaupun unit bisnis berasnya memiliki peluang bisnis yang bagus untuk jangka panjang.

Tak hanya data Aksi shareholders yang kami jadikan acuan , kami pun menelisik ke laman kontan untuk melihat berita terhadap AISA . Disamping keadaan finansial yang kurang sehat . AISA sendiri mengalami beban usaha yang masih harus di tanggung sebesar Rp 916,7 Milliar. Alhasil pada laporan keuangan AISA 2017 mengalami kerugian sebesar Rp 551,9 Milliar padahal per 31 Desember 2016 AISA masih bisa mencetak keuntungan dikisaran Rp 500 Miliaran.

Ini bagi kami secara Fundamental menjadi peringatan kedua setelah AISA mengalami kondisi keuangan yang kurang kondusif. Ditambah Shareholdersnya menjual kepemilikan saham AISA ahir – ahir ini .

 

dengan berat hati kami merekomendasikan untuk tidak berinvestasi terlebih dahulu pada saham ini . Biarkan management memperbaiki keadaan keuangan nya terlebih dahulu dan membayar hutang obligasi yang belum terbayarkan pada tahun ini . jika pihak AISA sudah bisa melakukan semua kewajiban dan memberikan tanda – tanda jika keadaan keuangan AISA membaik kalian boleh mempertimbangkan untuk berinvestasi di sektor bisnis ini kembali.

Berikut kami lampirkan analisa teknikal saham AISA hingga tanggal 30 Juni 2018.

https://screenshoot.s3.amazonaws.com/JJ0TYUD3Y6_1530328316728.png

Dilihat dari chart di atas bahwa , Saham AISA sudah memasuki fase downtrend sejak tanggal 24 lalu konfirmasi selanjutnya pada 26 Juni 2018. alhasil sampai sekarang AISA mengalami penurunan harga hingga pada perdagangan terakhir di Rp 244/sharenya.

 

Semoga dengan adanya artikel ini temen – temen bisa lebih bijak dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang . Jangan lupa Subscribe channel kami di Telegram Teman Saham yah untuk mendapatkan insight dari kami juga



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.