Iklan
Home Blog Moving Average Analisa Basic Teknikal Saham

[ Belajar Saham ] Moving Average Analisa Basic Teknikal Saham

0
153
Iklan

Umm pasti sobat teman saham sudah tidak asing lagi yah dengan penggunaan indikator Moving Average ini. Lalu apakah kalian sudah power full menggunakan indikator Moving Average Ini ? . jika belum kita pelan – pelan berkenalan dengan indikator moving average ini.

Moving Average Apasih ? dan gunannya untuk apa ? . Moving Average atau yang lebih sering kita sebut MA adalah sebuah indikator yang digunakan untuk melakukan analisa pergerakan rata – rata saham tersebut. Moving Average bisa digunakan untuk memperikirakan gerak harga dan trend harga pada saham. Moving Average di bagi menjadi 2 kategori , yaitu Jangka Panjang & Jangka Pendek. Moving Average juga menjadi cara yang baik untuk mengukur momentum serta untuk mengkonfirmasi tren dan menentukan support area dan resistance.

Moving Average sendiri masuk kedalam kategori indikator lagging . Dimana pergerakan indikator ini masuk kedalam kategori lambat dimana bereaksi terhadap peristiwa yang sudah terjadi, tidak digunakan sebagai indikator prediksi melainkan satu penafsiran yang digunakan untuk konfirmasi dan analisis. Jadi moving average sendiri digunakan untuk memperkuat kebijakan analisa kita yah teman.

Moving Average selain digunakan untuk menganalisis Support & Resisten. Mereka bisa juga di gunakan untuk melakukan analisis mengenai trend pergerakan saham. Dimana dengan menggunakan Moving Average kita bisa menentukan arah , apakah Downtrend Atau Uptrend.




Moving Average sendiri mengalami banyak perkembangan indikator. Dan berikut adalah beberapa contoh Indikator Moving Average yang sudah berkembang :

  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Weighted Moving Average (WMA)
  3. Exponential Moving Average (EMA)

Cara penggunaan semua Moving Average tersebut adalah sama, namun yang membedakan dari semua jenis MA tersebut adalah pola penghitungan rata-ratanya yang memberatkan suatu nilai periode tertentu dianggap lebih berbobot.

Misalnya apabila pada SMA hanya menggunakan rata-rata biasa, WMA dan EMA menggunakan sistem pembobotan, sehingga dari pembobotan ini dapat menghasilkan nilai rata-rata yang berbeda.

Jadi, bisa disimpulkan perbedaannya ada pada tingkat sensitivitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut terhadap harga saham. Dan Berikut adalah contoh penggunaan Moving Average :

  1. Menentukan Trend Saham

Nah mungkin teman – teman yang berkecimpung di dalam dunia saham sudah mengerti akan Trend saham. Trend saham sendiri adalah cara menentukan arah gerak saham tersebut. Akan menuju ke arah naik atau turun . Istilah yang di gunakan adalah Downtrend & Uptrend. Trend sendiri menjadi dasar patokan seorang trader , apakah dia bakal untung atau bakal rugi.




Caranya bagaimana untuk kita melakukan identifikasi harga saham ?.Cara membaca trend saham adalah apabila Moving Average saling bersilangan ke atas ataupun kebawah. Penerapan yang dipakai di Chart adalah periode . Dimana ada 2 Garis utama yang di gunakan untuk menentukan trend. Dimana untuk jangka pendek MA (5) & MA ( 10) . Cara mengetahuinya bagaimana ?

Source : Investing BBRI Chart

Jika kalian lihat di atas adalah Chart BBRI yang saya gunakan adalah Moving Average 5 10 & 20 . Dimana itu adalah Moving average jangka pendek. Cara membacanya bagaimana ? pertama MA 5 adalah yang berwarna Merah dan MA 10 berwarna Hijau Lalu MA 20 berwarna Hitam. sampai sini dulu kalian pahami dahulu.

Jika kalian sudah paham. maka untuk membaca Downtrend & Uptrend adalah kita hanya berpatokan terhadap garis merah & garis hijau, Kategori Uptrend apabila Garis Merah memotong ke atas garis hijau . Lalu untuk menentukan kategori Downtrend adalah apabila garis merah memotong ke bawah garis hijau. Dan disini pelajaran kita tentang Downtrend & uptrend pun sudah selesai. Lalu bagaimana jika kita menggunakan garis MA yang Long term?. Intinya Sama tinggal kitanya saja bagaimana menyikapinya.

2. Menentukan Support & Resisten

Moving Average adalah sebuah tools yang multi guna . Selain bisa digunakan untuk titik entry Buy & Sell Moving average bisa digunakan untuk menentukan support & ressisten. Bila harga mendekati MA, seringkali harga akan mental kembali sehingga seolah-olah MA bertindak sebagai tembok penghalang pergerakan harga. Dari hal ini pula bila harga menembus MA, maka dikatakan sebagai sinyal pembalikan arah.

Jadi kalau harga mendekati garis MA dan tidak bisa di tembus maka , harga saham tersebut akan mantul. Dan kebalikannya untuk  harga yang tidak mampu bertahan di atas garis MA pasti akan turun dibawah lagi.

Lalu untuk Resisten adalah apabila MA yang panjang Misal kita pakai MA 5 10 & 20. Apabila MA 20 berada di atas dari semua garis MA , maka dia lah yang menjadi garis resisten untuk saham tersebut.

Nah sebenarnya Moving Average banyak sekali manfaat dan kegunaanya . Maka dari itu Moving Average menjadi bahan alias materi wajib yang harus di pahami oleh para trader .

Sekian Dari Kami semoga bermanfaat artikel yang kami berikan.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Maaf Conten di Lindungi UU